Mobil Konsep Bernama Lamborghini "Madura" (Kayak Orang Jatim Aja)

0 komentar
Mobil Konsep Bernama Lamborghini Madura

SEORANG mahasiswa dari Munich University di jurusan sains bernama Slavche Tanevsky, menciptakan sebuah konsep desain mobil futuristis yang diberi nama Lamborghini Madura, diambil dari nama pulau di Indonesia dengan tradisi karapan sapinya yang sangat terkenal.

Konsep tersebut diciptakan atas kerjasama Tanevsky dengan desainer Lamborgini dan Audi untuk bahan baku proyek Lamborghini (Lamborghini's Raw Material Project).

"Madura adalah proposal untuk proyek mobil hybrid Lamborghini pertama yang dijadwalkan untuk 2016. Agar lebih efisien dan lebih bersahabat dengan lingkungan hidup, bukan berarti membuat tampilan kendaraan menjadi tak menarik, tidak enak dilihat dan tidak cepat. Tetapi menurut opini saya sistem penggerak baru ini (hybrid) seharusnya merepresentasikan tampilan kendaraan," tutur Tanevsky.

Meskipun sekilas menyererupai tampilan Reventon dan mobil konsep Estoque, secara keseluruhan desain Madura lebih ramping, lebih terfokus, dan lebih agresif. Bagian depan Lamborghini Madura, mengusung lampu ramping untuk mempertegas kesan lebar pada mobil, dihiasi dengan lubang udara besar serta kap mesinnya yang memiliki lekuk unik.

Bagian buritannya, posisi mesin hybrid yang berada di bagian depan, membuat Tanevsky dapat membuat garis-garis rumit yang membantu menjadikan tampilan Lamborghini Madura Concept memiliki tampilan yang sangat unik.


Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Asyik Pacaran, Sepasang Kekasih Tewas Tersambar Petir

0 komentar
Dua sejoli tewas akibat tersambar petir ketika sedang berpacaran di kawasan objek wisata Curug Ceheng di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (10/12) petang. Korban adalah Darsono, 23 tahun, dan pasangan Hartini, 23 tahun, keduanya sama-sama warga Jalan Kartaja, RT 3/3 Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur.

Dari keterangan Kasman, saksi yang melihat kejadian tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, kedua pasangan berada di Kompleks Curug Ceheng rumah Joglo Aglonema. Mereka berteduh karena turun hujan disertai angin, selain mereka ada dua sejoli lain.

Darsono dan Hartini, duduk di pojok kiri rumah pojok joglo, pasangan lain di pojok sebelah kanan timur. Tiba-tiba ada petir disertai suara menggelegar. Cabang pohon albasia yang ada di samping joglo langsung tumbang tersambar petir.

Setelah menghantam pohon albasia, petir menyambar salah satu penyangga joglo hingga patah. Darsono dan Hartini yang tak jauh dari tiang itu juga ikut tersambar. Hartini terlempar ke balik tembok. Sedangkan Darsono terkapar di lantai joglo.

Dua saksi yang melihat peristiwa tersebut berteriak ketakutan. Kontan teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar untuk datang kemudian langsung memberikan pertolongan. Mereka melihat Hartini yang tergeletak di rerumputan dalam kondisi sudah tewas.

Sedangkan Darsono juga tewas, dengan sekujur tubuhnya hangus terbakar. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, Darsono mengalami luka bakar dari dada hingga punggung. Rambutnya terbakar.

Telinga kanan hingga leher bagian kanan juga luka bakar. Baju yang dipakainya robek-robek. Luka bakar juga ditemukan di bagian pinggang, kedua kaki, dan betis kanannya. Sementara korban Hartini mengalami luka bakar di bagian wajah dan kakinya.

Kepala Kepolisian Sektor Sumbang Ajun Komisaris Sugito yang ada di tempat kejadian perkara mengatakan, adanya dua orang tewas akibat tersambar petir di objek wisata Curig Ceheng. ''Dua korban tewas akibat tersembar petir ketika sedang berteduh di rumah joglo," jelasnya.

Masruri, 50 tahun, orang tua Darsono dan kerabatnya kemudian datang ke lokasi. Dari keterangan pihak keluarganya, Hartini adalah teman dekat Darsono. Anaknya masih berstatus bujangan. Dia menjalin hubungan dengan Hartini yang berstatus janda. Mereka adalah tetangga karena tinggal satu RT.

Tapi keluarganya tak ada yang tahu kapan mereka pergi dari rumah. Keduanya pergi ke Curug Ceheng naik motor Honda Revo B-6668-TTZ milik Darsono.


Sumber : http://www.tempointeraktif.com