Terompet Sulut Masuk Guinness World Records™

0 komentar
Terompet Sulut Masuk Guinness World Records™

Terompet Sulut Masuk Guinness World Records™ (photo: Hanny Sumakul)

Manado, BeritaManado – Masih ingat rekor dunia pada iven Sail Bunaken Agustus lalu? Ya, dua rekor dunia, The Largest Scuba Diving Lesson (2,465 penyelam) dan The Most People Scuba Diving Simultaneously (2,486 penyelam) menerima penghargaan dari Guinness World Records™ pada saat iven Sail Bunaken.

Kali ini Terompet Sulut yang digagas Kombes. Pol. Dr. Benny Mamoto, MSi yang juga Ketua Umum Institut Seni Budaya Sulut, dipastikan akan memperoleh sertifikat Guinness World Records™. Kepastiaan ini diperoleh melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh Benny Mamoto.

Kombes. Pol. Dr. Benny Mamoto, MSi

Kombes. Pol. Dr. Benny Mamoto, MSi (photo: Edwin Ngangi)

“Sertifikat sudah ada, hanya menunggu penyerahan. Kita sedang berjuang dua rekor lagi, mudah-mudahan bisa dapat. Ini merupakan perjuangan keras karena kita harus pecahkan rekor milik China. Mohon dukungan dalam doa” ungkap Benny Mamoto.

Dua rekor yang akan diperjuangkan adalah tampilan massal Musik Bambu dan Kolintang. “Ini merupakan apresiasi dunia terhadap seni dan budaya Sulut” tambah Benny Mamoto lagi.

Lucia Sinigagliesi
Rencananya penyerahan sertifikat Guinness World Records™ untuk Terompet akan diserahkan langsung oleh Lucia Sinigagliesi (28 tahun), Adjudications Executive dari Guinness World Records sekitar akhir Oktober 2009. Wanita yang fasih berbahasa Italia, Inggris dan Perancis ini untuk kedua kalinya akan datang ke Manado.

Lucia Sinigagliesi berkaos putih

Lucia Sinigagliesi berkaos putih (photo: Hanny Sumakul)

Dalam situs GWR, miss Lucia mengungkapkan kekagumannya terhadap orang-orang yang ia jumpai saat berada di Manado.

“Bila ada rekor dunia untuk orang-orang dengan senyuman terbaik, saya pribadi akan mengusulkan Indonesia menerima penghargaan tersebut. Kenyataannya, saya tidak akan melupakan kehangatan luar biasa dari orang-orang yang saya temui di Manado” ungkap miss Lucia.

Terompet Besi Terbesar Muri
Dalam catatan Muri (Museum Rekor-Dunia Indonesia) rekor Terompet Terbesar ini memiliki ukuran panjang 32 meter, Diameter 5,20 meter dan Keliling Lingkaran 6,80 meter. Terompet dikerjakan oleh 16 orang selama 30 hari.

Kronologis:
Berikut kronologis pencatatan rekor dunia yang didapat beritamanado melalui Edwin Doni Ngangi:

1. Dua alat musik ini telah mendapat Sertifikat MURI (2006 – 2007).
2. Dua alat musik ini diikutsertakan dalam Parade Sail Bunaken, Agustus 2009 di Manado.
3. Ms. Lucia, sebagai wakil GWR dalam Rekor Selam Massal pada Sail Bunaken Event, saat Parade Sail Bunaken sempat menyaksikan dua alat musik ini.
4. Ms. Lucia menilai dua alat musik ini layak didaftarkan sebagai rekor dunia.
5. GWR telah cek dan ricek ternyata belum pernah ada jenis alat-alat musik sebesar itu dalam GWR.
6. Ms. Lucia mengontak sang pemrakarsa pembuatan dua alat musik ini, yaitu Kombes. Pol. Dr. Benny Mamoto, MSi.
7. Ms. Lucia memintakan spesifikasi dan tujuan pembuatan dua alat musik tersebut.
8. Setelah memenuhi semua kriteria maka diputuskan pada akhir Oktober 2009 akan dilakukan Penyerahan Sertifikat GWR di Manado.
9. Rencananya saat penyerahan sertifikat akan digelar “Pentas Musik Bambu dan Kolintang Massal.”
10. Pementasan ini juga diusulkan masuk dalam GWR.
11. Semoga pada Oktober 2009 bukan hanya 2 rekor dunia tetapi 4 rekor dunia yang akan masuk dalam GWR.
12. Dukung, Sukseskan, dan Doakan!!!!

Rekor MURI di Sulawesi Utara yang diprakarsai oleh Kombes. Dr. Benny Mamoto, SH., MSi., antara lain:
1. Internet Masuk Desa dengan sejumlah komputer dalam 1 mobil.
2. Alat Musik Bambu Terbesar.
3. Alat Musik Kolintang Terbesar.
4. Tinutuan (Bubur Manado) 5.000 porsi.
5. Perkedel Nike 10.000 buah (= Nike adalah ikan endemik di Danau Tondano).
6. Jagung Rebus >10.100 buah (jagung direbus di air panas bumi yang berada di Bukit Kasih).
7. Nasi kuning 2.000 bungkus (dibungkus menggunakan daun woka)
8. Replika Gereja dari gula batu/aren sebanyak 6 ton.
9. Makan Biapong/Ba Pao secara massal.
10. Pohon Natal dari Kacang Tanah.
11. Tari Mahamba massal (Tari Suku Bantik di Minahasa)


Sumber : http://beritamanado.com